Asal-muasal Merk Cardinal Yang Belum diketahui Banyak Orang

by

Anda tentu sudah mengenal merk baju dan celana terkenal Cardinal. Pasti anda belum tahu, siapa pencetus merk terkenal tersebut. Dan mengapa nama Kardinal yang dipakai merk produknya. Ingin tahu ceritanya ? Jangan tutup computer, laptop serta HP android anda. Baca artikel ini sanpai tuntas…tas…tas…
Dahulu kala, ada seorang yang hidupnya berprofesi sebagai pedagang kain keliling. Sebut saja namanya Sukardi. Selain melayani pembelian kontan, Sukardi muda juga tidak menolak kalau ada pembeli yang kredit alias ngutang. Maklum, orang dulu banyak yang jujur, tidak seperti zaman sekarang.
Soal utang mengutang, Sukardi tidak bekerja sama dengan orang atau lembaga. Mengingat, zaman itu belum ada leasing atau lembaga keuangan pembiayaan seperti sekarang, Modalnya, didapat dari menjual sepasang sapi yang dipelihara tetangganya.
Berkat ketekunan dan kesabarannya, usaha jual kain yang dikelola dengan menejemen sederhana, terus berkembang. Endingnya, Sukardi ingin melebarkan sayap usahanya. Hanya saja ia kebingungan, orang yang diajaknya berpartner.

Waktu terus bergulir, hingga suatu saat Sukardi berjumpa tanpa sengaja dengan seseorang yang menyebut namanya. Zainal. Kebetulan, teman barunya itu berprofesi penjahit yang dikenal seantero desa tetangga. Pertemun pertama itu, tak banyak yang mereka bicarakan. Yang dibicarakan hanya seputar keluarga.
Suatu ketika, dihari yang penuh berkah, Sukardi menyempatkan diri mampir ke rumah Zainal, setelah capek menjajakan dagangannya. Dari pertemuan itulah, keduanya akhirnya bersepakat untuk bekerja sama. Sukardi yang mensuplai kain, sedang Zainal, yang menjahit kain tersebut hingga membentuk pakaian atau baju dan celana.
Usaha patungan itu, terus berkembang selaras dengan kebutuhan akan sandang yang terus meningkat. Produk yang awalnya tak berlebel alias tak bermerk itu, mulai terpikirkan. Hanya saja ia masih bingung memilih nama merk yang pas. Keduanyapun sepakat untuk beristikharah meminta petunjuk ke sang pencipta.
Setelah mendapat petunjuk, keduanya bertemu. Kala itu, Zainal yang ke rumah sukardi, sekaligus bersilaturahim. Singkat cerita, penjual kain dan penjahit tersebut sepakat, nama Sukardi dan Zainal untuk dijadikan merk. Agar tidak terlalu panjang, kedua nama Sukardi dan Zainal, digabung menjadi satu hingga menjadi Kardinal.
Kami cukupkan dulu intermezzo dari kemi. Semoga anda tidak yakin dan tidak mempercayai cerita di atas. Ini sekedar banyolan alias lucu-lucuan. Tapi setelah anda membaca cerita ini, kasih tahu kalau pemilik merk Kardinal itu, orang Indonesia asli. Agar tidak Indonesia banget dan nama cardinal diterima bangsa lain, akhirnya Sukardi dan Zainal, sepakat K digant C

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *